Ketika dapat kabar untuk rihlah ke Probolingga, saya termasuk salah satu orang yang semangat sekali. Artinya, uji adrenalin yang selama ini jadi impian akan terlaksanakan. Rafting, salah satu "permainan air", yang menurut saya sekarang lagi ngetrend. Saya bilang begitu karena beberapa orang dekat saya bercerita bahkan menunjukan oleh-oleh foto tentang asyiknya permainan yang satu ini. Dan, Alhamdulillah kali ini berkesempatan untuk melahapnya.
Sejak awal kedatangan, kita telah disambut di parkir terakhir kendaraan, tentunya dengan senyuman ramah para guide.
Keakraban itu telah terjalin di titik awal pertemuan. Canda yang mengalir dan tanpa menyudutkan menjadi suguhan selanjudnya. Dan, mobil pick up dengan sopir handalnya siap membawa kami menuju base camp. Jangan heran, bagi teman- teman yang tidak pernah off road, perjalanan ini sebagai pemanasan yang menakjubkan. Sampai rasa-rasanya setiap berbelok, kita telah ada di mulut jurang yang dalam. Namun, sekali lagi sopir yang handal selalu membuat kami nyaman melalui perjalanan ini.Hmmm, lega rasanya.
Tiba di base came, minuman ringan dengan berbagai merk dan rasa telah siap disajikan. Sambil istirahat dan menikmati alam sekitar yang perawan, para guide memberi arahan. Setelah segalanya ready, saatnya kita berafting ria. Bagi ku saat itu, inilah saatnya untuk menaklukan ketakutan. Tiba di bibir sungai Pekalen Atas, ketakutan itu tiba-tiba musnah. Lagi-lagi guide meyakinkan kita bahwa segalanya akan baik-baik saja. Dan, memang menakjubkan. Walau di awal perjalanan teriakan masih mengiringi kita, tapi tawa pun tak kalah serunya. Apalagi, mendapatkan kisah nama setiap jeram yang kami lalui. Dan juga, panorama di sekitar yang juga membius kita dari ketakutan berarum jeram.
Ditengah perjalanan, satu lagi yang patut di catat di sini, ketika kedinginan dan adrenalin hampir sampai pada klimaks terdapat rest Area lengkap dengan pisang goreng hangat dan STMJ. hmmm nyummy...
Ternyata, perjalanan yang katanya (karena saya tidak menghitung) hampir 2,3 km sungguh menyenangkan. Besar harapan untuk bisa kembali dengan orang tersayang.
Terima kasih NOARS, untuk liburan yang tak terlupakan.
Jejak Ku
Wisata
Panitia
memang tepat sekali memilih pengelola wisata rafting. Selain tempat
rafting yang menakjubkan
juga pelayanan eksklusif yang kami dapat. Rasanya tak akan rugi menguras kantong karena pada akhirnya terbayar dengan pengalaman yang luar biasa.
Keakraban itu telah terjalin di titik awal pertemuan. Canda yang mengalir dan tanpa menyudutkan menjadi suguhan selanjudnya. Dan, mobil pick up dengan sopir handalnya siap membawa kami menuju base camp. Jangan heran, bagi teman- teman yang tidak pernah off road, perjalanan ini sebagai pemanasan yang menakjubkan. Sampai rasa-rasanya setiap berbelok, kita telah ada di mulut jurang yang dalam. Namun, sekali lagi sopir yang handal selalu membuat kami nyaman melalui perjalanan ini.Hmmm, lega rasanya.
Tiba di base came, minuman ringan dengan berbagai merk dan rasa telah siap disajikan. Sambil istirahat dan menikmati alam sekitar yang perawan, para guide memberi arahan. Setelah segalanya ready, saatnya kita berafting ria. Bagi ku saat itu, inilah saatnya untuk menaklukan ketakutan. Tiba di bibir sungai Pekalen Atas, ketakutan itu tiba-tiba musnah. Lagi-lagi guide meyakinkan kita bahwa segalanya akan baik-baik saja. Dan, memang menakjubkan. Walau di awal perjalanan teriakan masih mengiringi kita, tapi tawa pun tak kalah serunya. Apalagi, mendapatkan kisah nama setiap jeram yang kami lalui. Dan juga, panorama di sekitar yang juga membius kita dari ketakutan berarum jeram.
Ditengah perjalanan, satu lagi yang patut di catat di sini, ketika kedinginan dan adrenalin hampir sampai pada klimaks terdapat rest Area lengkap dengan pisang goreng hangat dan STMJ. hmmm nyummy...
Ternyata, perjalanan yang katanya (karena saya tidak menghitung) hampir 2,3 km sungguh menyenangkan. Besar harapan untuk bisa kembali dengan orang tersayang.
Terima kasih NOARS, untuk liburan yang tak terlupakan.
ayo coba deh, asyik banget. kagak rugi deh, hehehe.
BalasHapustrima ksih kunjungannya. salam kenal juga
mencoba hal baru apa salahnya di agendakan?, bisa juga kan rafting di gunakan sebagai warming sebelum hiking ke puncak gunung, karena bagiku medan menuju start point rafting cukup menantang, ya bagi mas nya sih saranku sekali mendayung dua pulau terlampui...
BalasHapusaku sendiri pengen bisa ke puncak gunung, tapi kapan ya...